Apa Itu GSB?
GSB (Garis Sempadan Bangunan) adalah garis imajiner yang ditetapkan oleh pemerintah daerah yang berfungsi sebagai batas terdepan suatu bangunan terhadap jalan, sungai, saluran, rel kereta api, tepi pantai, atau batas lahan lainnya.
GSB bertujuan menjaga keteraturan kota, kelancaran sirkulasi udara, keselamatan, dan kenyamanan lingkungan.
Fungsi Penting GSB:
-
Menjaga Estetika Kota: GSB membantu menciptakan garis bangunan yang rapi dan seragam di sepanjang jalan.
-
Keamanan dan Akses Darurat: Memberikan ruang untuk akses kendaraan darurat, seperti pemadam kebakaran atau ambulans.
-
Pencegahan Risiko Bencana: Mengurangi risiko saat terjadi banjir, longsor, atau insiden lain, terutama di dekat sungai atau lereng.
-
Kelancaran Sirkulasi Udara dan Cahaya: Ruang kosong antar bangunan memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya alami yang baik.
Apa Sanksi Jika Melanggar GSB?
Mendirikan bangunan yang melanggar GSB termasuk pelanggaran tata ruang dan bisa dikenai:
-
Teguran dan peringatan tertulis
-
Penghentian kegiatan pembangunan
-
Pembekuan atau pencabutan izin mendirikan bangunan (PBG)
-
Pembongkaran bangunan secara paksa
Sanksi ini diatur dalam berbagai regulasi daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 dan turunannya.
Bagaimana Mengetahui GSB Lahan Anda?
Penentuan GSB bisa diketahui melalui:
-
Konsultasi dengan Dinas Cipta Karya atau Dinas PUPR setempat
-
Mengacu pada peta RDTR (Rencana Detail Tata Ruang)
-
Melalui proses pengurusan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)
Kesimpulan
GSB adalah aturan penting dalam tata ruang kota yang tidak boleh diabaikan. Memastikan bangunan Anda tidak melanggar GSB bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga demi keselamatan dan kenyamanan lingkungan.
📍 Tak yakin lokasi Anda sesuai aturan GSB?
💬 Konsultasikan lokasi dan legalitas lahan Anda bersama tim ahli kami!
👉 Hubungi kami sekarang untuk pengecekan tata ruang dan pengurusan PBG/SLF.